Meraih Cita

Meraih Cita

Minggu, 04 Desember 2011

22 Kiat Sukses Norlent



Resensi Buku, Seputar Indonesia, Minggu, 04 December 2011

Sukses merupakan level alami dalam hidup. Namun, tetap saja ada aturanaturan yang perlu diketahui, bahkan oleh orang yang sangat sukses sekalipun, untuk tetap menjadi sukses. Sukses itu adalah sebuah tangga, bukan eskalator.

Itulah yang seakan menjadi pesan penting Norlent Pasaribu dalam buku Find Your Diamond Here ini.Norlent dengan cekatan dan taktis menunjukkan kepada pembaca betapa penting arti meraih kesuksesan dengan persiapan yang matang, menjaganya dengan baik, dan membuat kesuksesan itu bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri namun juga orang lain. Pembicara di Markus Evans dan IBC Asia ini mendedah dua puluh dua kiat meraih kesuksesan. Satu,memiliki jiwa yang bersyukur.

Hidup yang selalu bersyukur akan memiliki kehidupan yang lebih baik. Miliki dan tetaplah bersyukur maka hidupmu akan berhasil, ungkap Norlent. Dua, hidup adalah perjuangan. Maka kekalahan adalah keberhasilan yang tertunda. Tiga, disiplin dan kerja keras untuk berbagai bidang untuk meraih sesuatu merupakan faktor yang sangat penting dalam meraih keberhasilan. Empat, kenali dirimu melalui meditasi. Keheningan adalah waktu yang tepat untuk mengenali dirimu.

Meditasi secara pribadi adalah penting bagi kehidupan. Jadikan meditasi untuk melihat dirimu, dari mana,dan untuk apa. Lima, rajin adalah kunci keberhasilan. Keberhasilan hanya ada pada tekadmu sendiri. Enam, jangan pernah menyerah. Ingatlah selalu, menjadi pemenang tidak berarti selalu memang.Tujuh, jadikan peluang dalam setiap masalah. Dalam setiap masalah pasti ada hikmahnya. Delapan, keberhasilan seseorang adalah kepandaian mengatur waktu atau apa yang disebut dengan “time management”. Itu adalah bagaimana seseorang dapat membuat rencana kerja dan mengerjakan rencana tersebut sesuai dengan rencana.

Sembilan, jadilah yang terbaik. Keberhasilan hidup ini tidak ditentukan oleh seberapa besar perusahaan tempat kita bekerja, atau oleh seberapa berlebihan kemampuan yang kita miliki, tetapi seberapa sumbangsih kita kepada tempat kerja kita, dan seberapa berlebih kemampuan kita untuk menjadikan apa pun sebagai yang terbaik dalam keseharian kita. Sepuluh, jadikan seorang visioner. Berpikir visioner berarti kita telah memancang pilar keberhasilan.Sebelas,miliki sebuah keahlian. Keahlian yang terus diasah akan menempatkan diri kita pada posisi yang mulia.

Dua belas. Bijaksana dalam mengambil keputusan. Perluaslah pola pikir dan sudut pandang kita, sehingga dapat mengambil keputusan lebih cepat dan tepat serta efisien. Tiga belas, selama kita hidup, satu hal yang tidak dapat kita lepaskan yaitu berkenaan dengan emosi. Untuk itu, kendalikan emosi Anda. Empat belas, perkuat teamwork dan network. Kita tidak perlu khawatir dalam pekerjaan, jika kita memiliki teamwork dan networkyang kuat. Lima belas, persahabatan menentukan keberhasilan. Apapun yang menimbulkan perasaan terisolir akan dapat membuat Anda sakit dan menderita.

Hal-hal yang mendorong kasih sayang, keakraban dan perhubungan dengan orang lain justru bersifat menyembuhkan dan mendukung kesehatan. Itu tidak mengherankan, karena sebagai manusia, kita diciptakan untuk hidup bersahabat, bermasyarakat, maupun berbaur satu sama lain. Enam belas, berkomunikasi dan berbicaralah dengan jelas, baik,tepat,penting,dan benar. Kemahiran komunikasi atau berbicara sangat menentukan karier dan masa depan Anda. Tujuh belas, memiliki integritas.

Integritas merupakan dasar untuk membentuk sifatsifat positif lainnya, misalnya rasa hormat, kejujuran, toleransi, kesetiaan, kepercayaan, dan sebagainya. Integritas harus dipertahankan sekalipun hanya menyangkut hal-hal sepele, dan sayangnya ada banyak orang kurang menyadari pentingnya hal ini. Delapan belas,miliki normanorma kerja. Salah satu kunci keberhasilan kita dalam hidup ni adalah melakukan sesuatu dengan baik dan tepat pada waktunya. Sembilan belas, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Makanan haruslah dipilih yang paling memberikan unsur-unsur yang diperlukan untuk pembangunan tubuh. Makanan kita harus cocok dengan keadaan kita,dengan iklim di mana kita tinggal, dan dengan jenis pekerjaan kita. Sering kali makanan yang dapat di-gunakan untuk orangorang yang kegiatannya lebih banyak duduk atau yang banyak menggunakan otak. Untuk memelihara kesehatan diperlukan suplai cukup dengan makanan yang baik dan menyehatkan. Dua puluh,cara berpakaian adalah salah satu faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan seseorang.

Bukan sedikit orang mengalami kegagalan saat berpacaran, interview, mencari pekerjaan, atau melakukan transaksi bisnis disebabkan masalah berpakaian. Berpakaian selain sopan dan sederhana, juga harus bermutu baik dengan warna yang harmonis dan sesuai pada tepatnya. Dua puluh satu, keberhasilan seseorang akan tergantung bagaimana dia mampu mengontrol dirinya, yang akan membawa orang itu kepada keuntungan atau kerugian, apakah itu dari sisi materi, posisi, dan kehidupan sosial. Dua puluh dua, keberhasilan memang hak setiap orang. Untuk itu tetaplah semangat.

Semangat dan semangat terus. Anda pasti berhasil. Dengan membaca dan menerapkan buku ini,Anda akan mendapatkan delapan hal yaitu, mendapatkan sahabat lebih cepat dan lebih baik; menjadikan Anda memiliki integritas; memikat orang dengan sikap yang lebih baik; kebiasaan mental Anda akan lebih baik dan tangguh; menjadikan Anda lebih dewasa dan berwawasan yang lebih luas; menempa Anda menjadi orang yang terpandang; meningkatkan karier Anda yang bermutu; memunculkan jati diri dan kualitas Anda yang tersembunyi. Selamat membaca dan mempraktikkan. 

Benni Setiawan
Alumnus Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga,Yogyakarta

Membaca Ijtihad Cak Nur tentang HAM



Jurnal Nasional | Minggu, 4 Dec 2011

Walaupun Cak Nur telah wafat, tetapi gagasan segar mengenai agama dan kemanusiaan masih menjadi tema sentral generasi penerusnya.

SIAPA tak kenal Nurcholish Madjid. Namanya seolah menjadi bagian integral bangsa Indonesia. Cak Nur, begitu orang sering menyapanya, adalah salah satu pendekar Chicago, meminjam istilah Gus Dur. Walaupun Cak Nur telah meninggal, tetapi gagasan segar mengenai agama dan kemanusiaan masih menjadi tema sentral generasi penerusnya. Setiap membahas mengenai agama dan kemanusiaan, nama tokoh asal Jombang, Jawa Timur, dan Rektor Universitas Paramadina Jakarta ini selalu menjadi rujukan. Tidak hanya itu, pandangan-pandangan Cak Nur tentang Islam dan kenegaraan telah menjadi rujukan utama generasi terkini.

Kebebasan Bertanggung Jawab
Salah satu tema sentral yang sering merujuk ke tokoh yang populer dengan slogan, "Islam Yes, Partai Islam No" ini adalah konsepsi tentang Hak Asasi Manusia (HAM). Cak Nur menekankan bahwa anugerah manusia termahal adalah akal dan kebebasan. Seseorang bisa disebut saleh dan tulus dalam beragama manakala pilihan imannya dilandasi nalar sehat dan kebebasan. Tak ada ketulusan dalam beriman tanpa ada kebebasan untuk menentukan pilihan imannya. Oleh karena itu Tuhan memberi kebebasan pada anak-anak Adam untuk berpikir dan menentukan jalan hidupnya, apakah mau beriman dan taat kepada Tuhan atau akan mengingkari-Nya. Namun, masing-masing nantinya tak akan luput dari konsekuensi pilihannya.

Dengan demikian Cak Nur menegaskan bahwa kebebasan itu harus didasarkan pada sebuah rasa tanggung jawab. Tanpa tanggung jawab, akan hilang makna kebebasan. Kebebasan yang bertanggung jawab ini akan mengantarkan manusia kepada fitrah kemanusiaan. Pasalnya manusia bersanding hidup dengan orang lain, dan mereka juga mempunyai hak atas kebebasan individu.

Integral-Holistik
Sebagai tokoh yang dibesarkan dalam lingkungan pesantren dan dunia akademis (perguruan tinggi), Cak Nur selalu mendasarkan gagasan dan argumentasinya pada Al Quran. Dalam konsepsi HAM, misalnya, ia mendedah Al Quran Surat al-Maidah (5:27-32). Kisah dramatis tentang perseteruan Habil dan Qabil ini oleh Cak Nur dalam berbagai kesempatan sering diintroduksi ketika menjelaskan wacana, perspektif, dan bentuk pelanggaran berat HAM.

Menurutnya, itulah sunnah sayyiah (model buruk) yang dilakukan Qabil, sekaligus menjadi model pelanggaran berat HAM pertama di muka Bumi. Cak Nur meyakini bahwa pembunuhan atau penghilangan nyawa merupakan pelanggaran hak hidup yang dimiliki secara mutlak oleh setiap manusia, satu hak primordial yang tidak dikaitkan dalam kewajiban apa pun dari Tuhan. Karena itu, prinsip pertama HAM dalam Islam adalah hak hidup. Inilah hak yang melekat pada diri setiap manusia yang mesti dihormati dan dilindungi oleh siapa pun.

Maka tidak berlebihan jika Azyumardi Azra (Mantan Rektor UIN Jakarta dan kini Direktur Program Pascasarjana UIN Ciputat) menyatakan bahwa Nurcholish Madjid merupakan tokoh pembaru yang mampu secara canggih mengapresiasi tradisi Islam klasik secara keseluruhan, baik pada tingkat teoretis maupun eksotorisnya. Dengan sangat bagus dan distingtif, Cak Nur memberikan sejumlah pendekatan dan penafsiran baru terhadap tradisi Islam sehingga menghasilkan suatu bentuk kontekstualisasi yang sangat mendalam terhadap aspek syariat Islam sebagai sistem nilai yang sesuai dan searah dengan perkembangan zaman pada umumnya, khususnya dalam konteks sosial, budaya, dan politik di Indonesia.

Lebih dari itu, setidaknya ada dua hal penting dalam buku ini. Pertama, aspek keilmuan yang bersifat teoretis. Dari sisi keilmuan, pengungkapan karakter konsep, pandangan, dan pemikian Cak Nur tentang HAM memberikan gambaran dan wawasan baru dalam penelitian pemikiran tokoh pembaru pemikiran Islam Indonesia ini. Ini tentu akan menambah daftar inventaris baru narasi ilmiah tentang tema HAM yang belum sempat diteliti dan ditulis oleh peneliti sebelumnya.

Kedua, aspek praksis-historis; buku ini memberi kontribusi penting, seperti alternatif cara pandang nilai, etika, dan fatsoen keasasian hak-hak dasar manusia bagi kita semua, para praktisi sosio, budaya, politik, hukum, agam di Indonesia. dengan itu, diharapkan langkah-langkah kita memiliki pijakan nilai-nilai luhur, bernuansa nilai-nilai spiritual yang seringkali terabaikan dalam kehidupan.
Banyak pihak memberi stigma konsep HAM Barat sebagai sekuler. Benturan konseptual banyak terjadi, khususnya dengan kubu yang mendasarkan argumentasinya pada suatu paham yang diyakini sebagai wahyu, termasuk di dalamnya Islam.

Ditulis berdasarkan sumber yang begitu luas, buku ini secara komprehensif menjabarkan ijtihad Nurcholish Madjid terkait dengan persoalan HAM. Selain menggeluti problem-problem konseptual falsafi, seperti masalah partikulalisme dan universalisme, teosentrisme dan antroposentrisme, ditangani pula problem-problem keseharian seperti Islam, pro-HAM atau anti-HAM?, hak menikah beda agama, hak kebebasan nurani, hak kebebasan beragama dan berkeyakinan, hak tidak beragama dan hak murtad, hak hidup dan hak mati, hukum mati, aborsi dan euthanasia, fitrah monogami dan poligami, dan lain-lain.

Kesemuanya didasarkan atas pembacaan Cak Nur yang komprehensif tentang Al Quran, Sunah, kitab-kitab klasik (kitab kuning), dan buku-buku terkini (kitab putih) yang cukup otoritatif untuk dikutip dan dijadikan referensi.

Pada akhirnya, terlepas dari berbagai kritik konstruktif ataupun destruktif atas kekurangan dan kelebihannya, Cak Nur secara intelektual telah menawarkan ijtihad-ijtihadnya untuk menafsirkan dan memaknai teks-teks suci sebagai basis pemahaman wacana HAM modern dan penegakannya secara elaboratif dan komprehensif. Basis metodologinya berupa disiplin-disiplin klasik Islam (tasawuf, teologi, ushuluddin, dan fiqih) dengan analisis-analisis ilmu modern seperti sosiologi, antropologi, psikologi, dan politik untuk menghindari bentuk-bentuk pembelaan bersifat apologis. Inilah bentuk pendekatan integral dan holistik.

*)Benni Setiawan, alumnus Pascasarjana Unversitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Biodata Buku
Judul: Islam dan Hak Asasi Manusia dalam Pandangan Nurcholish Madjid
Penulis: Mohammad Monib dan Islah Bahrawi
Penerbit: Gramedia, Jakarta
Terbit: 2011
Tebal: xxviii + 354 halaman
***
http://nasional.jurnas.com/halaman/24/2011-12-04/191011