Resensi, Suara Merdeka, 1Agustus 2010
Judul : Think Like A Champion!
Penulis : Donald Trump
Penerbit : Daras Book, Jakarta
Terbit : 2010
Tebal : 211 Halaman
Donald J. Trump adalah salah satu pengusaha tersukses, terbesar, dan terglamor di dunia. Nama “Trump” sendiri seolah telah menjadi brand dan mantra bagi kesuksesan. Visinya untuk sukses sekaligus menikmati hidup benar-benar telah menginspirasi banyak orang.
Melalui bukunya ini, Think Like A Champion!, Trump ‘curhat’ mengenai kesuksesannya itu. Berawal dari catatan ayahnya, Fred C. Trump yang dikirim secara teratur, Trump bertutur secara lugas mengenai dirinya sendiri.
Trump menyebut para juara dilahirkan dan para juara bisa dibentuk. Salah satu definisi juara adalah seseorang yang memperlihatkan keunggulan menonjol. Definisi lainnya adalah seorang yang menjadi pemenang hadiah pertama atau menduduki tempat pertama dalam suatu kompetisi.
Para juara tambah Trump juga ingin mencapai sesuatu yang spesial. “Biasa-biasa saja” tidak akan cukup untuk seseorang yang memiliki pola pikir juara. Para juara berpikir besar. Para juara bekerja amat keras. Para juara itu fokus. Para juara berdisiplin. Berpikirlah seperti itu, para juara berfikir seperti juara.
Secara lebih sederhana Rektor Trump University ini menjelaskan pilihan yang terbaik adalah mendapatkan prestasi setinggi mungkin. Mengapa menetapkan sasaran yang terlalu rendah? Apakah Anda pernah mendengar seorang anak berkata mereka tak ingin apa-apa ketika mereka dewasa?
Mereka penuh impian dan rencana, dan jarang memilih cita-cita yang biasa-biasa saja. Mereka ingin jadi presiden, dokter, astronot, ilmuan, dan seterusnya. Mereka berada di rel yang benar dan memiliki pola pikir yang tepat.
Jika Anda perlu, bawalah diri Anda kembali ke saat Anda memiliki prestasi tinggi sebagai suatu sasaran. Tidak setiap orang bisa menjadi juara dunia dalam satu hal, tapi Anda bisa berusaha keras menjadikan yang terbaik yang Anda bisa. Itulah langkah pertama—dan tanggung jawab harian.
Para juara bekerja lebih keras lagi. Kita semua tahu kapan kita cukup melakukan sesuatu dan ketika kita benar-benar berusaha mati-matian. Berusahalah untuk memacu diri Anda—tiap hari. Jangan gagal karena Anda tidak pernah mengizinkan diri Anda untuk memulai! Jangan hindari kesuksesan karena Anda berpikir tanggung jawabnya mungkin terlalu besar—berfokus saja dan terus jalan! Anda akan kaget dengan apa yang bisa dihasilkan upaya cerdas.
Buku ini begitu menawan. Mudah dibaca dan dimengerti. Membaca buku ini seperti mendapat bimbingan langsung dari Presiden Direktur Trump Organization. Jika Anda tidak memiliki waktu luang untuk membaca, inti buku ini terletak pada halaman 55-57. Namun, jika Anda ingin mengetahui rahasia sukses dan menemukan key word (kata kunci) berpikir juara ala Trump, halaman demi halaman dalam buku ini sayang untuk dilewatkan.
Maka tidak berlebihan jika, Robert Kiyosaki, penulis Rich Dad Poor Dad dalam pengantar buku ini menyatakan, Trump melalui Think Like A Champion! telah mengajarinya berpikir seperti juara. Buku ini merupakan hadiah yang telah diberikan oleh Donald Trump pada istri dan dirinya. Sebuah hadiah yang Trump bagi dengan dunia. Sebuah hadiah yang lebih bernilai daripada uang. Jika Kiyosaki saja memberikan pujian semacam ini, maka buku ini sangat layak untuk dikonsumsi. Selamat membaca (Benni Setiawan)
Meraih Cita
Minggu, 29 Agustus 2010
Belajar Juara ala Trump
Resensi, Suara Merdeka, 1Agustus 2010
Judul : Think Like A Champion!
Penulis : Donald Trump
Penerbit : Daras Book, Jakarta
Terbit : 2010
Tebal : 211 Halaman
Donald J. Trump adalah salah satu pengusaha tersukses, terbesar, dan terglamor di dunia. Nama “Trump” sendiri seolah telah menjadi brand dan mantra bagi kesuksesan. Visinya untuk sukses sekaligus menikmati hidup benar-benar telah menginspirasi banyak orang.
Melalui bukunya ini, Think Like A Champion!, Trump ‘curhat’ mengenai kesuksesannya itu. Berawal dari catatan ayahnya, Fred C. Trump yang dikirim secara teratur, Trump bertutur secara lugas mengenai dirinya sendiri.
Trump menyebut para juara dilahirkan dan para juara bisa dibentuk. Salah satu definisi juara adalah seseorang yang memperlihatkan keunggulan menonjol. Definisi lainnya adalah seorang yang menjadi pemenang hadiah pertama atau menduduki tempat pertama dalam suatu kompetisi.
Para juara tambah Trump juga ingin mencapai sesuatu yang spesial. “Biasa-biasa saja” tidak akan cukup untuk seseorang yang memiliki pola pikir juara. Para juara berpikir besar. Para juara bekerja amat keras. Para juara itu fokus. Para juara berdisiplin. Berpikirlah seperti itu, para juara berfikir seperti juara.
Secara lebih sederhana Rektor Trump University ini menjelaskan pilihan yang terbaik adalah mendapatkan prestasi setinggi mungkin. Mengapa menetapkan sasaran yang terlalu rendah? Apakah Anda pernah mendengar seorang anak berkata mereka tak ingin apa-apa ketika mereka dewasa?
Mereka penuh impian dan rencana, dan jarang memilih cita-cita yang biasa-biasa saja. Mereka ingin jadi presiden, dokter, astronot, ilmuan, dan seterusnya. Mereka berada di rel yang benar dan memiliki pola pikir yang tepat.
Jika Anda perlu, bawalah diri Anda kembali ke saat Anda memiliki prestasi tinggi sebagai suatu sasaran. Tidak setiap orang bisa menjadi juara dunia dalam satu hal, tapi Anda bisa berusaha keras menjadikan yang terbaik yang Anda bisa. Itulah langkah pertama—dan tanggung jawab harian.
Para juara bekerja lebih keras lagi. Kita semua tahu kapan kita cukup melakukan sesuatu dan ketika kita benar-benar berusaha mati-matian. Berusahalah untuk memacu diri Anda—tiap hari. Jangan gagal karena Anda tidak pernah mengizinkan diri Anda untuk memulai! Jangan hindari kesuksesan karena Anda berpikir tanggung jawabnya mungkin terlalu besar—berfokus saja dan terus jalan! Anda akan kaget dengan apa yang bisa dihasilkan upaya cerdas.
Buku ini begitu menawan. Mudah dibaca dan dimengerti. Membaca buku ini seperti mendapat bimbingan langsung dari Presiden Direktur Trump Organization. Jika Anda tidak memiliki waktu luang untuk membaca, inti buku ini terletak pada halaman 55-57. Namun, jika Anda ingin mengetahui rahasia sukses dan menemukan key word (kata kunci) berpikir juara ala Trump, halaman demi halaman dalam buku ini sayang untuk dilewatkan.
Maka tidak berlebihan jika, Robert Kiyosaki, penulis Rich Dad Poor Dad dalam pengantar buku ini menyatakan, Trump melalui Think Like A Champion! telah mengajarinya berpikir seperti juara. Buku ini merupakan hadiah yang telah diberikan oleh Donald Trump pada istri dan dirinya. Sebuah hadiah yang Trump bagi dengan dunia. Sebuah hadiah yang lebih bernilai daripada uang. Jika Kiyosaki saja memberikan pujian semacam ini, maka buku ini sangat layak untuk dikonsumsi. Selamat membaca (Benni Setiawan)
Panduan Pasar Keuangan
Perada, Koran Jakarta, Rabu, 11 Agustus 2010
Judul : The Alchemy of FinancePenulis : George SorosPenerbit : Daras Books, JakartaTahun : I, Mei, 2010Tebal : 407 HalamanHarga : Rp100.000,-
Empat ratus tujuh puluh tiga juta berbanding satu. Itulah peluang George Soros untuk membuat catatan investasi yang dia capai sebagai manajer Quantum Fund dari 1968 hingga 1993.
Rekor investasinya merupakan penyangkalan yang paling tidak terbantahkan bagi hipotesis acak sepanjang sejarah! Soros mewartakan kesuksesannya itu melalui buku ini.
The Alchemy of Finance merupakan salah satu karya terbesar sepanjang masa tentang dunia finansial dan investasi. Sebuah masterpiece dari salah seorang pakar sekaligus praktisi pasar keuangan yang paling sukses dalam sejarah.
Buku ini memaparkan beragam strategi, filosofi , dan teknik yang dibutuhkan untuk sukses di dunia finansial dan investasi. Semua itu telah terbukti berhasil dan teruji selama 30 tahun terakhir.
Tak pelak, buku ini menjadi bacaan wajib dan panduan utama bagi para praktisi investasi dan pasar keuangan yang serius. Buku ini berangkat dari konsep refl eksivitas.
Konsep refleksivitas sangatlah sederhana. Dalam situasisituasi ketika ada para partisipan yang berpikir, terdapat interaksi dua arah antara pemikiran para partisipan dan situasi tempat mereka berpartisipasi.
Di satu sisi, para partisipan mencoba memahami realitas, di sisi lain mereka mencoba menciptakan hasil yang diinginkan.
Kedua fungsi itu bergerak ke arah berlawanan: dalam fungsi kognitif, realitas adalah apa yang terpampang; dalam fungsi partisipasi, pemahaman partisipan menjadi konstanta.
Kedua fungsi dapat saling memengaruhi dengan merepresentasikan apa yang dianggap sebagai kenyataan. Soros menyebut interferensi antara kedua fungsi ini sebagai refleksivitas .
Soros memandang refleksivitas sebagai sebuah lingkar umpan-balik antara pemahaman partisipan dan situasi ketika mereka berpartisipasi, dan Soros yakin bahwa konsep refleksivitas merupakan sesuatu yang sangat penting untuk memahami situasi-situasi ketika terdapat para partisipan dengan kemampuan berpikir.
Refleksivitas menyebabkan pemahaman para partisipan menjadi tidak sempurna dan memastikan bahwa segala tindakan mereka akan membawa dampak yang tidak dimaksudkan.
The Alchemy of Finance dimaksudkan sebagai sebuah serangan langsung terhadap paradigma yang berlaku saat ini, namun serangan ini bagaikan menghantam batu karang.
Para ekonom profesional menganggap teori refleksivitas sebagai teori buatan seorang amatir yang gila akibat kesuksesan finansial. Teori refleksivitas merupakan teori filosofis, bukan teori ilmiah.
Namun, teori refleksivitas jangan diabaikan hanya karena merupakan sebuah teori filosofis, dan teori ini jangan dibenturkan dengan realitas. Tidak ada laboratorium yang lebih baik untuk menguji teori refleksivitas daripada pasar keuangan, yang tidak menoleransi alasan (hal 68).
Paul A Volcker dalam pengantarnya menyatakan bahwa The Alchemy of Finance bukanlah sebuah bacaan yang cepat dan mudah. Namun, Anda akan mendapatkan pengetahuan yang layak dari buku ini: sebuah pergulatan seorang pemikir yang independen dan yang tidak pernah berhenti mencari dalam upaya menerobos kekolotan lama dengan berbagai pandangan baru dan bermakna mengenai perilaku keuangan dan manusia.
Peresensi adalah Benni Setiawan, pencinta buku, tinggal di Sukoharjo.
Langganan:
Postingan (Atom)