Meraih Cita

Meraih Cita

Kamis, 08 Desember 2011

Ikhtiar Perangi Korupsi



PERADA, Koran Jakarta, Rabu, 07 Desember 2011

Buku ini merupakan ikhtiar Bambang Soesatyo untuk membongkar berbagai kasus korupsi

Hasil survei Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan Kementerian Agama menduduki peringkat terbawah dalam indeks integritas dari 22 instansi pusat yang diteliti. Peringkat terburuk selanjutnya karena banyak praktik suap dan gratifikasi adalah Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Kementerian Koperasi dan Usah Kecil Menengah.

Nilai ketiga kementerian tersebut jauh di bawah standar integritas pusat yang mencapai 7,07. Angka indeks integritas pusat (IIP) Kementerian Agama hanya 5,37, Kemnakertrans 5,44, serta Kementerian Koperasi dan UKM 5,52. Adapun indikator untuk menentukan IIP antara lain besaran gratifikasi, frekuensi pemberian gratifikasi, kebiasaan pemberian, kebutuhan pertemuan di luar prosedur, keterbukaan informasi, dan keterlibatan calon.

Untuk instansi daerah, peringkat terendah adalah Pemerintah Kota Metro Lampung (3,15), diikuti Pemkot Depok (3,19), Pemkot Serang (3,54), dan Pemkot Semarang (3,61). Korupsi adalah kejahatan luar biasa. Dalam konteks pembangunan nasional, korupsi telah menimbulkan kerusakan mahadahsyat. Membuat rapuh sendi-sendi dan tatanan hidup kebangsaaan dan kenegaraan. Kita menjadi bangsa yang tidak kompetitif.

Melalui buku Perang-perangan Melawan Korupsi. Pemberantasan Korupsi di Bawah Pemerintahan Presiden SBY, Bambang Soesatyo ingin mengatakan bahwa korupsi bukan hanya urusan menggarong uang rakyat untuk memperkaya pejabat, namun dia juga merupakan bentuk kekerasan struktural yang dilakukan pejabat terhadap rakyat (hlm 44).

Lebih lanjut, secara tegas dia menyatakan sejatinya, tak ada korupsi yang dilakukan seseorang secara tunggal. Korupsi itu menggurita dan mengikat siapa saja yang terlibat di dalamnya. Guna mencegah adanya korupsi, penulis mengusulkan KPK hendak memosisikan dirinya sebagai katalisator (pemicu) bagi aparat dan institusi lain agar tercipta jalannya sebuah good and clean governance (pemerintahan yang baik dan bersih) di Indonesia.

Lebih lanjut, sembari mengutip pendapat Taufiequrrachman, mantan Ketua DPP KNPI, penulis menyatakan pemberantasan korupsi tidak hanya mengenai bagaimana menangkap dan memidanakan pelaku tindak pidana korupsi. Bukan hanya itu, memerangi korupsi juga bagaimana mencegah tindak pidana korupsi agar tidak terulang pada masa yang akan datang melalui pendidikan dan kampanye antikorupsi.

Buku kumpulan esai dan tulisan di berbagai media cetak dan elektronik ini menyajikan secara gamblang kasus korupsi yang menggantung.

Peresensi adalah Benni Setiawan, Alumnus Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Judul : Perang-perangan Melawan Korupsi. Pemberantasan Korupsi di Bawah Pemerintahan Presiden SBY
Penulis : Bambang Soesatyo
Penerbit: Ufuk Press, Jakarta
Tahun : I, November 2011
Tebal : xxiv 354 Halaman
Harga : Rp -

Minggu, 04 Desember 2011

22 Kiat Sukses Norlent



Resensi Buku, Seputar Indonesia, Minggu, 04 December 2011

Sukses merupakan level alami dalam hidup. Namun, tetap saja ada aturanaturan yang perlu diketahui, bahkan oleh orang yang sangat sukses sekalipun, untuk tetap menjadi sukses. Sukses itu adalah sebuah tangga, bukan eskalator.

Itulah yang seakan menjadi pesan penting Norlent Pasaribu dalam buku Find Your Diamond Here ini.Norlent dengan cekatan dan taktis menunjukkan kepada pembaca betapa penting arti meraih kesuksesan dengan persiapan yang matang, menjaganya dengan baik, dan membuat kesuksesan itu bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri namun juga orang lain. Pembicara di Markus Evans dan IBC Asia ini mendedah dua puluh dua kiat meraih kesuksesan. Satu,memiliki jiwa yang bersyukur.

Hidup yang selalu bersyukur akan memiliki kehidupan yang lebih baik. Miliki dan tetaplah bersyukur maka hidupmu akan berhasil, ungkap Norlent. Dua, hidup adalah perjuangan. Maka kekalahan adalah keberhasilan yang tertunda. Tiga, disiplin dan kerja keras untuk berbagai bidang untuk meraih sesuatu merupakan faktor yang sangat penting dalam meraih keberhasilan. Empat, kenali dirimu melalui meditasi. Keheningan adalah waktu yang tepat untuk mengenali dirimu.

Meditasi secara pribadi adalah penting bagi kehidupan. Jadikan meditasi untuk melihat dirimu, dari mana,dan untuk apa. Lima, rajin adalah kunci keberhasilan. Keberhasilan hanya ada pada tekadmu sendiri. Enam, jangan pernah menyerah. Ingatlah selalu, menjadi pemenang tidak berarti selalu memang.Tujuh, jadikan peluang dalam setiap masalah. Dalam setiap masalah pasti ada hikmahnya. Delapan, keberhasilan seseorang adalah kepandaian mengatur waktu atau apa yang disebut dengan “time management”. Itu adalah bagaimana seseorang dapat membuat rencana kerja dan mengerjakan rencana tersebut sesuai dengan rencana.

Sembilan, jadilah yang terbaik. Keberhasilan hidup ini tidak ditentukan oleh seberapa besar perusahaan tempat kita bekerja, atau oleh seberapa berlebihan kemampuan yang kita miliki, tetapi seberapa sumbangsih kita kepada tempat kerja kita, dan seberapa berlebih kemampuan kita untuk menjadikan apa pun sebagai yang terbaik dalam keseharian kita. Sepuluh, jadikan seorang visioner. Berpikir visioner berarti kita telah memancang pilar keberhasilan.Sebelas,miliki sebuah keahlian. Keahlian yang terus diasah akan menempatkan diri kita pada posisi yang mulia.

Dua belas. Bijaksana dalam mengambil keputusan. Perluaslah pola pikir dan sudut pandang kita, sehingga dapat mengambil keputusan lebih cepat dan tepat serta efisien. Tiga belas, selama kita hidup, satu hal yang tidak dapat kita lepaskan yaitu berkenaan dengan emosi. Untuk itu, kendalikan emosi Anda. Empat belas, perkuat teamwork dan network. Kita tidak perlu khawatir dalam pekerjaan, jika kita memiliki teamwork dan networkyang kuat. Lima belas, persahabatan menentukan keberhasilan. Apapun yang menimbulkan perasaan terisolir akan dapat membuat Anda sakit dan menderita.

Hal-hal yang mendorong kasih sayang, keakraban dan perhubungan dengan orang lain justru bersifat menyembuhkan dan mendukung kesehatan. Itu tidak mengherankan, karena sebagai manusia, kita diciptakan untuk hidup bersahabat, bermasyarakat, maupun berbaur satu sama lain. Enam belas, berkomunikasi dan berbicaralah dengan jelas, baik,tepat,penting,dan benar. Kemahiran komunikasi atau berbicara sangat menentukan karier dan masa depan Anda. Tujuh belas, memiliki integritas.

Integritas merupakan dasar untuk membentuk sifatsifat positif lainnya, misalnya rasa hormat, kejujuran, toleransi, kesetiaan, kepercayaan, dan sebagainya. Integritas harus dipertahankan sekalipun hanya menyangkut hal-hal sepele, dan sayangnya ada banyak orang kurang menyadari pentingnya hal ini. Delapan belas,miliki normanorma kerja. Salah satu kunci keberhasilan kita dalam hidup ni adalah melakukan sesuatu dengan baik dan tepat pada waktunya. Sembilan belas, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Makanan haruslah dipilih yang paling memberikan unsur-unsur yang diperlukan untuk pembangunan tubuh. Makanan kita harus cocok dengan keadaan kita,dengan iklim di mana kita tinggal, dan dengan jenis pekerjaan kita. Sering kali makanan yang dapat di-gunakan untuk orangorang yang kegiatannya lebih banyak duduk atau yang banyak menggunakan otak. Untuk memelihara kesehatan diperlukan suplai cukup dengan makanan yang baik dan menyehatkan. Dua puluh,cara berpakaian adalah salah satu faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan seseorang.

Bukan sedikit orang mengalami kegagalan saat berpacaran, interview, mencari pekerjaan, atau melakukan transaksi bisnis disebabkan masalah berpakaian. Berpakaian selain sopan dan sederhana, juga harus bermutu baik dengan warna yang harmonis dan sesuai pada tepatnya. Dua puluh satu, keberhasilan seseorang akan tergantung bagaimana dia mampu mengontrol dirinya, yang akan membawa orang itu kepada keuntungan atau kerugian, apakah itu dari sisi materi, posisi, dan kehidupan sosial. Dua puluh dua, keberhasilan memang hak setiap orang. Untuk itu tetaplah semangat.

Semangat dan semangat terus. Anda pasti berhasil. Dengan membaca dan menerapkan buku ini,Anda akan mendapatkan delapan hal yaitu, mendapatkan sahabat lebih cepat dan lebih baik; menjadikan Anda memiliki integritas; memikat orang dengan sikap yang lebih baik; kebiasaan mental Anda akan lebih baik dan tangguh; menjadikan Anda lebih dewasa dan berwawasan yang lebih luas; menempa Anda menjadi orang yang terpandang; meningkatkan karier Anda yang bermutu; memunculkan jati diri dan kualitas Anda yang tersembunyi. Selamat membaca dan mempraktikkan. 

Benni Setiawan
Alumnus Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga,Yogyakarta