Meraih Cita

Meraih Cita

Minggu, 02 Januari 2011

Sukses Itu Berawal dari Pikiran Positif



Resensi, Jurnal Nasional, Minggu, 02 Januari 2011

Judul: Asyiknya Berpikiran Positif
Penulis: Dr. Musa Rasyid el-Bahdal
Penerbit: Zaman, Jakarta
Cetakan: I, 2010
Tebal: 344 Halaman
Harga: Rp45.000

BENCANA hilir mudik menghampiri bangsa Indonesia. Banyak perspektif dalam memandang bencana ini. Ada yang berpandangan bahwa bencana adalah musibah sekaligus ujian bagi bangsa Indonesia. Bencana merupakan momentum meneguhkan solidaritas sosial yang telah mulai luntur. Bencana juga telah menyatukan bangsa Indonesia.

Namun ada juga yang berpikiran bahwa bencana merupakan kutukan Tuhan karena dosa-dosa manusia. Bencana juga merupakan teguran langsung kepada pemimpin bangsa yang pongah dalam menjalankan roda kepemimpinannya. Bangsa Indonesia kurang bersyukur dengan potensi alam yang melimpah.

Dari dua hal tersebut di atas pada intinya berpangkal pada satu hal. Yaitu, kesiapan manusia menghadapi bencana sangat tergantung pada cara berpikir.

Setiap orang memiliki kehidupan dan pengalaman tersendiri. Pandangannya terhadap sesuatu berbeda satu sama lain. Pandangan itulah yang membentuk pengalaman-pengalaman hidup. Menurut Dr Elfiky, sebagaimana dikutip dalam buku Asyiknya Berpikiran Positif ini pengalaman hidup seseorang terbagi ke dalam sekumpulan lembaran-lembaran kertas bersih yang awalnya putih saat ia dilahirkan, kemudian diisi sesuai dengan fase kehidupannya dan kondisi lingkungannya. Lembaran-lembaran kehidupan ini amat kompleks dan panjang, dan berbeda untuk setiap orang (hal. 311).

Jika seseorang ingin mendapatkan hikmah dari kehidupannya, maka ia harus berpikiran positif. Orang berpikiran positif menyadari kesulitan dan rintangan hidup yang ia hadapi. Namun, kesulitan dan rintangan tersebut tidak pernah membuatnya jatuh dalam kubangan keputusasaan. Justru ia memperlakukan kesulitan dan rintangan itu sebagai tantangan yang ia hadapi dengan iman dan rasa percaya diri. Dengan anugerah Allah, paling tidak ia mampu memandang kesulitan dan tekanan hidup secara positif.

Seorang berpikiran positif tidak akan pernah menyerah pada keputusasaan. Ia tidak mengeluh, sebesar apa pun beban yang harus ia tanggung. Ia tidak pernah mengucapkan kata dan kalimat negatif yang melemahkan dirinya. Karena, tidak ada kalimat dan kata negatif dalam kamus hidupnya. Ia menjalani hidup secara utuh, dengan segenap jiwa dan raga (hal. 11).

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apa sebenarnya pikiran positif itu? Pikiran positif menurut Musa Rasyid el-Bahdal penulis buku ini adalah potensi dasar yang mendorong manusia untuk berbuat dan bekerja dengan menginvestasikan seluruh kemampuan kemanusiaannya. Itulah pikiran yang membuat hidup seseorang menjadi lebih baik. Itulah pikiran yang membantu seseorang dalam mengembangkan akal, perasaan, dan perilakunya menjadi lebih baik. Itulah pikiran yang dapat menyingkap kekuatan tersembunyi pada manusia dan mengubah kehidupannya menjadi lebih berkualitas.

Pikiran positif adalah Anda merasa sedikit gelisah, tapi Anda merasa senang yang lebih besar; Anda memandang hal-hal yang mencerahkan dan tidak memenuhi akal Anda dengan pikiran-pikiran negatif; Anda memilih menjadi orang bahagia dan tidak memilih menjadi orang menderita (hal. 41).

Dengan demikian, pikiran positif merupakan pangkal dalam sebuah tindakan. Ia akan memengaruhi seluruh organ tubuh. Ia akan mengantarkan seseorang sebagaimana yang ada di dalam pikirannya.

Buku ini memuat kisah-kisah nyata dari tokoh-tokoh dan orang sukses yang selalu berpikiran positif dalam kehidupannya. Seperti Soichiro Honda, pendiri perusahaan Honda. Honda meraih sukses tanpa batas karena ia selalu berpikiran positif dalam hidupnya. Ia merasa berterima kasih kepada Ibunya yang selalu mendorong untuk terus giat berusaha dengan terus berpikiran positif. Pikiran positif telah memotivasi Honda terus berkarya di bidangnya. Dan kini sebagaimana kita ketahui bersama, Honda telah menjadi merek ternama. Bahkan lidah masyarakat Indonesia sepertinya telah terpatenkan jika menyebut sepeda motor dengan nama Honda (hal. 24-32).

Buku ini akan membantu Anda membentuk mental positif sekaligus menuntun Anda meraih sebuah kesuksesan. Sebagaimana definisi kesuksesan menurut Antony Robbins. Robbins mendefinisikan kesuksesan sebagai hasil dari pikiran yang benar. Pikiran yang benar adalah hasil dari pengalaman. Pengalaman adalah hasil dari kegagalan dalam mengambil keputusan. Selamat membaca!

*)Benni Setiawan, Alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar